Selasa, 29 Januari 2013

Makalah “PENGARUH BUDAYA TERHADAP ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA"


Kata Pengantar
Assalamualaikum WR WB
Segala puji bagi Allah SWT. Tuhan semesta alam yang dengan rahmat dan rizki-Nya kita dapat senantiasa melaksanakan dan menyelesaikan segala kewajiban sebagai mahasiswa. Shalawat serta salam tak lupa kita panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta para sahabat-sahabatnya yang senantiasa memperjuangkan.
Sebelumnya saya berterima kasih kepada bapak Heri Suprapto sebagai Dosen Ilmu Kebudayaan Dasar, Ibu Ira (akuntansi) sebagai Dosen wali kami, bapak/ibu dosen yang telah memberikan banyak pengetahuan di Perguruan Tinggi ini yang telah atau belum saya ketahui selama ini, kepada blogger yang memudahkan saya untuk mendapatkan informasi-informasi, terima kasih kepada kedua Orang Tua saya yang selalu memberikan support,dan terakhir kepada teman-teman saya terutama teman-teman kelas 1EA01 tercinta.
Walaupun dengan segala keterbatasan ilmu dan kemampuan yang saya miliki, saya akan menujukan artikel tentang “Pengaruh budaya terhadap motivasi kerja”. Dan saya berharap adanya kekurangan atau kesalahan mohon dimaafkan karena saya masih dalam prosedur pembelajaran.
Latar belakang
Dunia kerja merupakan dunia yang kejam. ada berbagai target yang harus kita capai, apabila dalam waktu tertentu target tersebut tidak tercapai tentunya instansi dimana kita bernaung tidak akan segan-segan untk memberhentika kita. Hal ini embuat para pekerja dengan sekuat tenaga, tanpa memperdulikan apapun, bekerja keras untuk memenuhi target tersebut. Dan terciptalah zombie-zombie work-holic, yang mana dalam pikirannya hanya ada kata kerja, kerja dan kerja. Target yang tercapai berkat jam kerja yang gila-gilan akan menghasilkan sebuah target baru, tuntutan baru yang jauh lebih gila-gilaan. Hal ini tentu saja akan menimbulkan stress. Sebagai manusia yang sarat akan berbagai macam keterbatasan, kita dituntut untuk menyeimbangkan gaya hidup. Bekerja memang suatu keharusan, terutama untuk lelaki bertanggung-jawab akan keluarganya, tetapi bekerja secara gila-gilaan adalah pilihan. Pilihan untuk menghancurkan diri kita sendiri. Cara menyeimbangkan diri yang paling baik adalah dengan berefreshing. Refreshing bukan melulu tentang perjalanan indah nan mewah, bukan juga petualangan alam terbuka yang menghabiskan waktu berhari-hari lamanya, cukup dengan istirahatkan badan dan pikiran anda. Memotivasi diri sendiri bahwa hal ini memang perlu dilakukan, untuk masa depan diri dan keluarga anda. Me-re-activated semangat yang selama ini semakin terkikis oleh rutinitas dunia kerja yang tak kenal lelah. Kata Kata Motivasi adalah cara terampuh untuk mengisi ulang kantung-kantung semangat pekerja. Dan berikut ini adalah beberapa Kata Kata Motivasi Kerja yang berisi kata-kata penyemangat untuk anda para pekerja yang sudah merasa sangat lelah dan jenuh dengan pekerjaan.
A. RUMUSAN MASALAH
Adapun masalah yang akan dibahas antara lain dalam rumusan berikut:
- Tujuan penelitian besarnya pengaruh Budaya
- Pengaruh motivasi kerja dan Budaya Organisasi
- Faktor-Faktor motivasi kerja
- Pengaruh Budaya terhadap Organisasi
Pengantar
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin,metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
 Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
 James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
 Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
 Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
1. Tujuan penelitian Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Motivasi Kerja
Tujuan dari penelitian ini untuk memenemukan bagaimana besarnya karyawan khususnya karyawan dibagian produksi. Unit analisis contohnya adalah
karyawan produksi pada subsektor industri pengolahan kayu di Jawa Timur.
Secara positif perilaku seseorang akan berpengaruh terhadap kinerjanya,
disamping itu peneliti menguji hipotesis bahwa motivasi berpengaruh kepada
kepuasan kerja dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja. Hasilnya
bahwa secara langsung motivasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja sebesar
1.462 dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja sebesar 0.387, kepuasan kerja
berpengaruh terhadap kinerja sebesar 0,003 dan budaya organisasi berpengaruh
terhadap kinerja sebesar 0.506, budaya organisasi berpengaruh terhadap motivasi
sebesar 0.680 dan budaya organisasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja
sebesar 1.183. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh peneliti berikutnya,
sebagai bahan penelitian pada bidang ilmu pengetahuan perilaku organisasi atau
ilmu pengetahuan yang sejenisnya.
2. Pengaruh Motivasi Kerja dan Budaya Organisasi
Sumber daya manusia merupakan aset yang paling penting dalam suatu perusahaan karena sumber daya manusia memiliki peranan sebagai subyek pelaksanaan kebijakan dan kegiatan operasional sebuah perusahaan. Sehingga setiap organisasi haruslah memperhatikan dan memberdayakan sumber daya manusia yang dimilikinya dengan baik agar organisasi dapat berkembang. Dalam rangka memberdayakan karyawan yang ada maka perusahaan harus mampu memotivasi karyawannya, penerapan kepemimpinan dan budaya organisasi yang tepat, sehingga akan meningkatkatkan kinerja karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan PT. Indonesia Steel Tube Works (ISTW) Semarang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli. Sedangkan teknik yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan mengajukan sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dan responden. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Indonesia Steel
Tube Works (ISTW) Semarang yang berjumlah 140 orang. Besarnya sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 103 orang. Teknik pengambilan sampel secara convenience sampling atau sampel yang dipilih dengan pertimbangan kemudahan. Alat uji dalam penelitian ini menggunakan pengujian validitas menggunakan Pearson Correlation, pengujian reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha dan pengujian hipotesis menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: (1) motivasi kerja mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan, semakin tinggi motivasi kerja karyawan akan meningkatkan kinerja karyawan. (2) kepemimpinan mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan, semakin baik kepemimpinan yang terjadi dalam organisasi akan meningkatkan kinerja karyawan. (3) budaya organisasi mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan, semakin baik budaya organisasi akan meningkatkan kinerja karyawan.
3. Faktor-Faktor Motivasi Kerja
Pembinaan motivasi kerja, sehingga pegawai tersebut berkemampuan untuk
m e1aksanakan pekerjaannya dengan penuh tanggung j awab. Tanggung j awab adalah kewajiban bawahan untuk melakukan tugas sebaik mungkin yang diberikan oleh atasannya dan inti dan tanggung jawab adalah kewajiban (Malayu S.P. Hasibuan 1985; 182-1 85). Adapun faktor pokok yang berpengaruh terhadap motivasi kerja adalah kebutuhan yang dapat dikelompokkan atas lima tingkatan sebagai berikut:
1. Physiological Needs (Kebutuhan Fisik)
Kebutuhan fisik (Physiological Needs) yaitu kebutuhan untuk mempertahankan hidup. Yang termasuk kedalam kebutuhan ini adalah kebutuhan makan, minum, udara dan sebagainya. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan ini merupakan salah satu kelakuan yang paling nyata.
2. Security or Safety Needs (kebutuhan keselamatan)
Kebutuhan tingkat kedua menurut Maslow adalah kebutuhan keselamatan. Kebutuhan ini mengarah kepada dua bentuk yakni :
- Kebutuhan akan keamanan jiwa, yang bagi pemimpin organisasi terutama berarti keamanan jiwa ditempat pekerjaan pada waktu jam kerja. Dalam arti luas tentunya setiap manusia membutuhkan keamanan jiwanya dimanapun ia berada.
- Kebutuhan keamanan harta ditempat pekerjaan pada waktu jam-jam kerja. Pentingnya pemuasan kebutuhan-kebutuhan ini jelas terlihat pada organisasi modern tempat pimpinan organisasi selalu mengutamakan keamanan dengan alat-alat yang digunakan. Bentuk lain dan pemuasan kebutuhan ini adalah dengan memberikan perlindungan asuransi kepada para karyawannya.
3. Affiliation or accplance needs (kebutuhan sosial)
Karena manusia adalah mahluk sosial, sudah jelas ia mempunyai kebutuhan-kebutulan sosial yang terdiri dan empat golongan, yaitu:
- Kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain dilingkungan ia hidup dan bekerja (sense of belonging)
- Kebutuhan akan perasaan dihormati, karena setiap manusia merasa dirinya penting (sense of importance). Serendah-rendalmya pendidikan atau kedudukan seseorang ia tetap merasa dirinya penting. Karena itu dalam proses penggerakan bawahan pimpinan harus dapat melakukan tindakan yang menimbulkan kesan bahwa tenaga mereka diperlukan dalam proses pencapaian tujuan perusahaan.
- Kebutuhan akan perasaan maju dan tidak gagal (sense of achievement). Tidak ada satu orangpun yang tidak senang maju dan tidak satu orangpun yang senang dengan kegagalan. Kemajuan haik dalam bidang karir, harta, jabaran dan sebagainya.
- Kebutuhan akan perasaan ikut serta (sense of participation), anggota organisasi akan merasa senang bila ia diikutsertakan dalam berbagai organisasi, dalam arti diberi kesempatan untuk memberikan saran-saran atau pendapat-pendapat kepada pimpinan mereka.
4. Esteem or status needs (kebutuhan akan penghargaan prestise)
Idealnya prestise timbul karena adanya prestasi, tetapi tidak selamanya demikian. Akan tetapi perlu juga diperhatikan oleh pimpinan bahwa semakin tinggi kedudukan seseorang dalam masyarakat atau posisi seseorang dalam organisasi, semakin tinggi pula prestisenya. Prestjse dan status dimanifestasikan oleh banyak hal yang digunakan sebagai simbol status itu.
Misalnya dengan kursi bertangan, memakai dasi untuk membedakan seseorang kepala dengan anak buahnya
5. Self Actualization (aktualisasi diri)
Kebutuhan terakhir menurut Maslow adalah kebutuhan akan aktualisasi diri. Keinginan ini merupakan realisasi lengkap potensi seseorang secara penuh. Keinginan seseorang untuk mencapai kebutuhan sepenuhya dapat berbeda sani dengan lainnya. Pemenuhan kebutuhan dapat dilakukan oleh para pimpinan perusahaan dengan menyelenggara pendidikan dan latihan. Kebutuhan aktualisasi berbeda dengan kebutuhan lainnya dalam dua hal :
- Kebutuhan aktualisasi diri tidak dapat dipenuhi dan luas pemenuhannya berdasarkan usaha individu itu sendiri
- Aktualisasi diri berhubungan dengan pertumbuhan seorang individu. Kebutuhan ini berlangsung terus terutama sejalan dengan meningkatnya jenjang karir seorang individu
Berdasarkan pandangan di atas, maka motivasi kerja akan terwujudkan terdapat keterpaduan dan kerja sama yang baik antara pimpinan dengan bawahan. Keserasian dan keharmonisan tersebut harus dipertahankan mengingat hal itu membawa pengaruh pisikologis secara langsung terhadap bawahan dalarn arti bahwa apabila hubungan itu senantiasa terjalin dengan baik maka karyawan akan memiliki semangat kerja. Searah dengan pandangan tersebut, Iwan Setiadi (1988:69) mengatakan hahwa motivasi kerja merupakan kunci keberhasilan dalam suatu dalam suatu organisasi karena efektif dan optimalnya kegiatan - kegiatan yang dilakukan akan ditentukan oleh ada atau tidak adanya motivasi kerja untuk rnewujudkanya. Inti motivasi kerja adalah adanya pendorongan semangat kerja dan penjurusan aktivitas karyawan agar mampu mewujudkan maksud yang dikehendaki oleh badan usaha.
Pentingnya motivasi kerja dalam menunjang kinerja karyawan dalam Badan usaha adalah bagaiamana kemampuan pemimpin dalam
mempertahankan dan menjamin motivasi kerja rnelalui pemenuhan kebutuhan karyawan secara individual. Hal ini dipahami karena setiap orang kebutuhan hidup yang mendorongnya untuk mengembangkan inisiatif atau kreativitasnya.
Hani Handoko (1989 : 143) mengemukakan bahwa keinginan seseorang untuk memenuhi kebutuhanya dapat menjadi motivasi kuat yang menjurus kepada kelompok karena kebutuhan sosial, penghargaan dan aktivitasnya sampai pada tingkat tertentu.
Selanjutnya Pariata Westra (1996 : 57) menyarankan beberapa hal kepada pimpinan dalam kaitannya dengan upaya membangun motivasi kerja sebagai berikut:
1. Hendaknya di insyapi bahwa setiap karyawan mempunyai hasrat tertentu antara lain pekerjaan tetap dengan penghasilan layak, mendapat kesempatan dalam pengembangan karir, ingin diakui dan dihargai.
2. Kekuasaan dan ancaman adalah alat yang bersifat sementara dalam memotivasi dan rnenggerakkan karyawan.
3. Pujian dan pengakuan adalah ransangan yang paling efektif memotivasi karyawan.
4. Contoh teladan yang baik dan dijalankan sendiri oleh pimpinan akan bernilai positif bagi bawahan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan motivasi kerja adalah serangkain proses yang dilakukan oleh seorang pimpinan dalam memberikan dorongan semangat kerja terhadap bawahan agar mereka mau bekerja dengan prilaku ikhlas demi tercapainya tujuan perusahaan pimpinan dalam memberikan dorongan semangat kerja bawahan agar mereka mau bekerja dengan prilaku ikhlas demi tercapainya tujuan perusahaan.
4. Pengaruh Budaya Terhadap Organisasi
Pemahaman tentang budaya organisasi sesungguhnya tidak lepas dari konsep dasar tentang budaya itu sendiri, yang merupakan salah satu terminologi yang banyak digunakan dalam bidang antropologi. Dewasa ini, dalam pandangan antropologi sendiri, konsep budaya ternyata telah mengalami pergeseran makna.Sebagaimana dinyatakan oleh C.A. Van Peursen (1984) bahwa dulu orang berpendapat budaya meliputi segala manifestasi dari kehidupan manusia yang berbudi luhur dan yang bersifat rohani, seperti : agama, kesenian, filsafat, ilmu pengetahuan, tata negara dan sebagainya. Tetapi pendapat tersebut sudah sejak lama disingkirkan. Dewasa ini budaya diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang dan setiap kelompok orang-orang. Kini budaya dipandang sebagai sesuatu yang lebih dinamis, bukan sesuatu yang kaku dan statis. Budaya tidak tidak diartikan sebagai sebuah kata benda, kini lebih dimaknai sebagai sebuah kata kerja yang dihubungkan dengan kegiatan manusia. Kualitas pendidikan di Indonesia mengalami pasang surut. Perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia masih dikategorikan rendah baik di tingkat dunia maupun di tingkat Asia Tenggara. Meskipun telah dilakukan upaya, baik oleh pemerintah pusat maupun oleh pihak swasta untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah diantaranya : 1) perubahan sistem pendidikan yang berkali-kali, baik mengenai substansi materi maupun organisasi pendidikan; 2) peningkatan kualitas pendidik/SDM melalui diklat; 3) pengadaan materi dan media pembelajaran; 4) perbaikan sarana prasarana pembelajaran, dan 5) upaya peningkatan manajemen sekolah.
KESIMPULAN
Dari uraian diatas yang telah dipaparkan bahwa organisasi adalah tempat atau wadah dimana seorang pekerja yang mempunyai jabatannya masing-masing, dan yang dapat memotivasi pekerja dalam bekerja adalah keadilan gaji, kekuasaan dan ancaman, pujian dan pengakuan, dan memberikan contoh tauladan.
PENUTUP Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Karena saya masih dalam koridor pembelajaran. Terimakasih, Wassalamu’alaikum WR WB

Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2200957-faktor-faktor-motivasi-kerja/#ixzz2JFmLYd87
http://www.beritaremaja.com/2013/01/kata-kata-motivasi-kerja-terbaru-2013.html#ixzz2JFcnxCIh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar